Selasa, 01 Januari 2013

MAKNA DENOTATIF

Nama : Yunita Permatasari
Kelas  : 3EB23
NPM  : 28210788
   


MAKNA DENOTATIF

Makna denotatif adalah makna dalam alam wajar secara eksplisit. Makna wajar ini adalah makna yang sesuai dengan apa adanya. Denotatif adalah suatu pengertian yang dikandung sebuah kata secara objektif. Sering juga makna denotatif disebut maka konseptual, makna denotasional atau makna kognitif karena dilihat dari sudut yang lain. Pada dasarnya sama dengan makna referensial sebab makna denotasi ini lazim diberi penjelasan sebagai makna yang sesuai dengan hasil menurut penglihatan, penciuman, pendengaran, perasaan, atau pengalaman lainnya.

Dalam pokok bahasan digunakan bentuk denotatif akan tetapi dalam uraian digunakan istilah denotasi. Akhiran –if pada kata deduktif menunjukan sifat, jadi denotatif maksudnya bersifat denotasi atau yang berkaitan dengan denotasi. Dengan demikian, kedua bentuk itu dapat saja digunakan karena denotasi kata bendanya dan denotatif adjektivanya atau kata sifatnya.

Denotasi adalah hubungan yang digunakan di dalam tingkat pertama pada sebuah kata yang secara bebas memegang peranan penting di dalam ujaran (Lyons, I, 1977:208). Dalam beberapa buku pelajaran, makna denotasi sering juga disebut makna dasar, makna asli, atau makna pusat.

Dalam bukunya, Gorys Keraf (2007:28) juga menambahkan makna denotatif sebagai berikut:
Makna denotatif disebut juga dengan beberapa istilah lain seperti : makna denotasional, makna kognitif, makna konseptual, makna denotasional, makna referensial, atau ideasional, karena makna itu menunjukan (denote) kepada suatu referen, konsep, atau ide tertentu dari suatu referen.

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa makna denotasi adalah makna sebenarnya yang apa adanya sesuai dengan indera manusia. Kata yang mengandung makna denotatif mudah dipahami karena tidak mengandung makna yang rancu walaupun masih bersifat umum. Makna yang bersifat umum ini maksudnya adalah makna yang telah diketahui secara jelas oleh semua orang.
Berikut ini beberapa contoh kata yang mengandung makna denotatif:
1. Dia adalah wanita cantik
Kata cantik ini diucapkan oleh seorang pria terhadap wanita yang berkulit putih, berhidung mancung, mempunyai mata yang indah dan berambut hitam legam.
2. Tami sedang tidur di dalam kamarnya.
Kata tidur ini mengandung makna denotatif bahwa Tami sedang beristirahat dengan memejamkan matanya (tidur).
Masih banyak contoh kata-kata lain yang mengandung makna denotatif selama kata itu tidak disertai dengan kata lain yang dapat membentuk makna yang berbeda seperti contoh kata wanita yang makna denotasinya adalah seorang perempuan dan bukan laki-laki. Namun bila kata wanita disertai dengan kata malam (wanita malam) maka akan menghasilkan makna lain yaitu wanita yang dikonotasikan sebagai wanita nakal.
Ketepatan dan ketelitian dalam denotasi merupakan syarat utama agar satu kata menjadi efektif. Denotasi dan arti yang khusu harus mengena atau tepat dengan tujuan penulis pada satu titik ekspresi. Atas dasar pertimbangan itu penulis harus dapat membedakan antara sinonim-sinonim yang sekurang-kurangnya mendekati arti yang ingin dibawakan oleh penulis.
Ciri-ciri paragraf deduktif :
1.         kalimat utama berada di awal paragraf.
2.         kalimat disusun dari pernyataan umum yang kemudian disusul dengan penjelasan.
Contoh paragraf deduktif :
Kegiatan ultah panser biru yang ketiga bahkan mencapai klimaksnya.Ketika mereka menggelar jalan santai selupuh ribu peserta bahkan membirukan kota Semarang.Apalagi panitia telah menyiapkan doorprize besar besaran.Ada motor , TV , kulkas , VCD player , tape dan ratusan hiburan lainnya.

Sumber: http://www.perkuliahan.com/makalah-kalimat-deduktif-induktif-bahasa-indonesia/#ixzz2ADdUHuGC

1 komentar: